Jumat, 16 Januari 2015


Perkenalkan.. namanya Crocus. Crocus sativus lebih tepatnya. Tadi pagi, tidak sengaja aku melihatnya di beranda. Serasa jatuh cinta pada pandangan pertama dah. Langsung saja aku kepo in dia. Dan ternyata si Crocus itu jual mahal. Tapi dia memang luar biasa kok. Ckckckck . . .

Sudah cukup alay-alay nya. Hehehe.. Crocus Sativus itu adalah sejenis bunga kecil nan mungil yang biasanya menjadi indikator bahwa musim semi telah tiba. Jika si Crocus ini sudah mulai mekar di taman-taman, berarti kita harus say hello pada musim semi. Wellcoming Spring ato Ahlan wa sahlan Spring gitu lah pokoknya.


Kalau di taman-taman itu yaa, yang biasa kelihatan hanya bunga nya aja. Soalnya daunnya kecil, jadi selalu tertutup sama mahkota bunga. Apalagi kalau lagi mekar, waaah sesuatu banget.

Crocus sendiri berasal dari kawasan Eropa Selatan yang iklim nya panas. Tapi dia juga bisa bertahan hidup pada suhunya mencapai minus 10 derajat Celcius bahkan tertutup salju untuk jangka waktu yang pendek. Hebat kan? Jadi sering kali kita lihat bunga ini nongol di antara putihnya salju.. Impressive!!!



SAFRON
Pernah dengar “safron”? pasti ngga pernah kan . . . ngaku aja!!!  Aku juga baru dengar itu kok. Apa aku aja yang kudet yaa. Tau ah.. gak penting. -_-




Safron merupakan bahan olahan yang berbahan dasar stigma (putik) bunga Crocus sativus yang dikeringkan. Biasa digunakan untuk pengobatan. Harga nya mahal lhoo. Kira-kira 4 – 14 € per gram. Soalnya untuk menghasilkan 1 Kg Safran kering diperlukan 80.000 - 150.000 bunga dari ladang seluas 1000 – 2000 m2. Proses panennya pun tak mudah, dalam sehari hanya bisa memetik 60 – 80 gram. Selain itu, bunga ini hanya berbunga sekali dalam setahun. Oiya, setiap bunga hanya memiliki tiga stigma. Bayangkan . . . Harus ekstra sabar bukan?! :) Tapi semua ini sebanding dengan harganya yang mahal. Makanya, tadi saya bilang kalau si Crocus itu jual mahal.


Oiya, Sebenarnya, Crocus itu banyak jenisnya. Tapi Safron itu sendiri berasal dari Genus Crosus yang spesiesnya Crocus sativus. 

Gambar diatas itu adalah gambarnya Crocus sativus.
Stigma yang berwarna merah adalah stigma betina,  itulah yang harganya mahal. Sedangkan stigma yang berwarna kuning adalah stigma jantan, biasanya  kualitasnya agak rendah. Jadi agak murah deh.

Suatu hari saya pengen membudidayakan si Crocus. Minimal buat cuci mata saat musim semi lah. Bisa bayangkan ngga? waktu pagi-pagi bangun tidur, trus disambut sama si Crocus. Ehm . . . :)


Semoga bermanfaat
Syukron, Jazakalloh.

- Hayyun DF -



0 komentar:

Posting Komentar