Jumat, 24 Januari 2014




Friday!!! Entah mengapa . . . Setiap hari jum’at datang, saya merasa ada sesuatu yang spesial. Bukan hanya karena bisa pulang sekolah lebih awal. Tapi, mungkin karena Hari Jumat adalah hari raya pekanan umat Islam. Dimana saya selalu menyaksikan orang-orang berbondong-bondong pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah atau Jum’atan. Selain itu, penghujung Jum’at (waktu ashar) juga merupakan waktu mustajabah untuk berdoa. Allah akan mengabulkan setiap doa orang yang memohon kepada-Nya di akhir pergantian waktu tersebut, yaitu antara shalat ashar dan maghrib.

Hari Jumat merupakan hari paling agung di sisi Allah SWT tanpa ada yang menyamainya dalam setahun kecuali hari Arafah. Karena kedudukannya dari Jumat yang agung di sisi Allah. Dia mengkhususkan namanya dalam Al Quran dengan satu surat Al Jumuah. Sejak shalat Subuh, hari itu dipenuhi dengan kebaikan, berkah, dan pahala yang agung dari sisiNya.

Di dalam hadits Muslim disebutkan, bahwa dari Abu Hurairah dan Hudzaifah -radhiallahu ‘anhuma- mereka berkata,
“Allah telah merahasiakan hari Jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, kemudian Allah mendatangkan umat Islam, maka Dia menunjukkan kita hari Jum’at ini, kemudian Allah menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain.” (HR. Muslim)
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا
Di dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda,
“Hari terbaik bagi matahari untuk terbit adalah hari Jum’at, pada hari Jumat Adam diciptakan, dan pada hari Jumat pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jumat Adam dikeluarkan dari surga.” (HR. Muslim)

Hubungannya dengan berwudhu di hari Jumat dalam hadits Muslim dijelaskan.
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
“Barangsiapa yang berwudhu lantas dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mendatangi shalat jumat, kemudian dia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari jumat depannya, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil (maksudnya membersihkan debu sekalipun), maka dia telah berbuat lahan (kesia-siaan = waktu tidak dipergunakan mendengarkan khutbah).” (HR. Muslim)
 
Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Antara shalat 5 waktu, antara shalat jumat satu ke shalat jumat berikutnya, dan antara puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya merupakan pelebur untuk dosa di antara keduanya (waktu-waktu tersebut), apabila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Dari sekian banyak keutamaan hari Jumat, Allah menjadikan pada hari Jumat sebagai hari istimewa apabila bertepatan dengan hari raya umat muslim. Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad bersabda,

“Sesungguhnya hari ini (Jumat) merupakan hari raya, Allah menjadikannya (pada hari Jumat) istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi.” (Ibnu Majah)

Keutamaan Hari Jumat
Di hari Jumat setiap hamba akan dikabulkan do’a mereka. Apabila seorang hamba meminta kepada Allah (berdoa dan memohon) maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Seperti yang pernah dijelaskan dalam sebuah hadits; dari Abi Hurairah, bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda,

“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat 1 (satu) waktu dimana setiap seorang muslim akan mendapatkannya dan dia tengah berdiri mengerjakan shalat, kemudian dia meminta kepada Allah suatu kebaikan maka Allah akan memberikannya (mengabulkan), dan dia (Nabi Muhammad) berisyarat dengan tangannya bahwa saat tersebut (hari Jumat) sangat sedikit.” (HR. Muslim dan Bukhari)

Dua pendapat yang paling dominan dari para ulama tentang hari Jumat.
3.    Di waktu imam duduknya hingga shalatnya selesai, seperti yang diriwayatkan dalam hadits shahih Muslim; dari Abi Barrah bin Abi Musa bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya, “Apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadits yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari Jum’at?. Dia berkata: Ya aku pernah mendengarnya berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan.” (HR. Muslim)
4.    Hari Jumat dimulai di waktu setelah ashar, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Al-Nasa’i dari Jabir d bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Hari jum’at itu 12 jam, setiap muslim bila memohon kepada Allah sesuatu pada hari Jumat maka hamba itu akan dikabulkan permohonannya oleh Allah, untuk itu carilah hari Jumat pada akhir waktu ashar” (HR. An-Nasa’i:).
Kedua pendapat tersebut di atas dipegan teguh oleh sebagian besar golongan salaf,serta diperkuat oleh berbagai hadits.

Keutamaan lain tentan hari Jumat adalah hari Jumat merupakan hari dihapuskannya dosa-dosa. Sesuai dengan hadits, dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda,

“Shalat 5 waktu, dari Jum’at ke Jum’at yang lainnya dan dari Ramadhan ke Ramadhan yang lain merupakan penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi”.
 (HR Muslim)


Kesimpulannya adalah Jum’at merupakan hari yang patut dibanggakan oleh setiap muslim. Pada hari Jumat manusia pertama; Nabi Adam diciptakan, pada hari Jumat, Adam dimasukkan ke dalam surga, serta hari Jumat Nabi Adam dikeluarkan dari Surga dan pada hari Jumat kiamat akan terjadi. Jadi, hidupkanlah Hari Jum’at dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Bisa jadi jum’at diminggu ini adalah jum’at terakhir bagi kita :)

0 komentar:

Posting Komentar